Setiap situs yang menyusun peringkat sekolah berutang satu hal kepada pembacanya: penjelasan tentang apa yang sebenarnya diukur. Tanpa itu, sebuah angka di sebelah nama sekolah hanya tampak berwibawa tanpa berarti apa-apa.
Halaman ini menjelaskan cara kami menyusun urutan sekolah di DI Yogyakarta — dan, lebih penting, di mana cara itu tidak bisa diandalkan. Bagian kedua biasanya tidak ditulis siapa pun. Kami menulisnya karena di provinsi ini bagian itu justru yang paling besar.
Dua hal yang kami hitung, dua yang kami tinggalkan
Skor komposit kami dirancang memakai empat komponen. Di Yogyakarta hanya dua yang benar-benar terpakai.
Akreditasi — peringkat resmi yang diterbitkan Badan Akreditasi Nasional. Ini penilaian mutu satu-satunya yang berlaku untuk semua jenjang dan bisa Anda periksa sendiri lewat nomor SK-nya.
Sinyal mutu akademik — posisi sekolah pada pemeringkatan nasional berbasis nilai ujian masuk perguruan tinggi negeri tahun 2022. Cakupannya sempit; seberapa sempit akan kami tunjukkan di bawah.
Rasio guru terhadap murid — tidak kami pakai. Data jumlah siswa dan jumlah guru per sekolah tidak tersedia pada sumber yang kami baca. Alih-alih mengisinya dengan angka rata-rata, komponen ini kami keluarkan sepenuhnya dari perhitungan.
Ulasan pengguna — tidak kami pakai. Kami belum punya ulasan asli. Sebuah situs bisa saja menampilkan bar "kepuasan orang tua" yang terlihat meyakinkan tanpa satu pun orang tua pernah mengisinya. Kami memilih tidak menggambar bar itu.
Konsekuensinya jujur dan perlu dinyatakan: untuk sebagian besar sekolah di provinsi ini, skor kami sebenarnya bersandar pada satu hal saja.
Sinyal mutu akademik hanya menyentuh 58 dari 2.688 sekolah
Dari 2.688 sekolah Yogyakarta dalam basis data kami, hanya 58 yang punya sinyal mutu akademik — 2,2 persen. Selebihnya tidak punya sama sekali.
Angka itu belum menunjukkan seluruh persoalannya. Dari 58 sekolah tersebut, 52 adalah SMA dan 6 adalah SMK. Tidak ada satu pun SD. Tidak ada satu pun SMP.
Sebabnya sederhana dan bukan kekurangan data: ujian itu diikuti calon mahasiswa. Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tidak punya lulusan yang mengikutinya, jadi tidak mungkin muncul di sana. Tidak ada sumber lain yang menerbitkan penilaian setara untuk kedua jenjang itu secara terbuka.
Untuk SD dan SMP, peringkat kami adalah peringkat akreditasi
Ini pernyataan yang ingin kami buat setegas mungkin, karena ia menentukan cara Anda seharusnya membaca daftar kami.
Yogyakarta punya 1.838 SD dan 462 SMP. Untuk seluruhnya, satu-satunya komponen yang tersedia adalah akreditasi. Ketika kami mengurutkan SD di sebuah kecamatan, yang sebenarnya terjadi adalah pengurutan berdasarkan peringkat akreditasi, lalu pemisahan sisanya menurut aturan yang konsisten tetapi tidak mengandung informasi mutu tambahan.
Artinya dua SD yang sama-sama terakreditasi A akan berdekatan di daftar kami tanpa kami punya dasar apa pun untuk mengatakan mana yang lebih baik. Kami tidak menyembunyikan itu di balik selisih skor dua desimal.
Kalau Anda mencari SD atau SMP, daftar kami paling berguna sebagai penyaring — untuk melihat pilihan apa saja yang ada di sekitar Anda dan mana yang akreditasinya sudah diperiksa — bukan sebagai penentu peringkat.
Ketika komponen tidak lengkap, bobotnya dihitung ulang
Ada dua cara menangani komponen yang datanya tidak ada. Cara pertama: mengisinya dengan nilai tengah. Cara kedua: mengeluarkannya dan membagi ulang bobotnya ke komponen yang tersisa.
Cara pertama menghasilkan angka yang terlihat lebih rapi dan menyesatkan. Sekolah yang datanya kosong akan mendapat nilai tengah yang tampak seperti hasil pengukuran, padahal tidak ada yang diukur — dan sekolah yang benar-benar berada di tengah menjadi tak terbedakan dari yang tidak diketahui.
Kami memakai cara kedua. Bila sebuah sekolah hanya punya akreditasi, skornya dihitung dari akreditasi dengan bobot penuh, bukan dari akreditasi ditambah tebakan.
Versi awal situs ini sempat memakai cara pertama, lengkap dengan bar di halaman profil yang seolah menampilkan hasil pengukuran rasio guru dan kepuasan pengguna. Bar itu sudah kami hapus, dan penghapusannya kami catat di sini alih-alih dilakukan diam-diam.
Sekolah yang sengaja tidak kami beri skor
Saat halaman ini dihitung ulang, 16 sekolah di Yogyakarta tidak punya akreditasi maupun sinyal mutu akademik dalam basis data kami.
Sekolah-sekolah itu tidak diberi skor sama sekali. Bukan nol, bukan nilai terendah — kosong, dengan keterangan bahwa dasarnya tidak ada. Memberi skor rendah kepada sekolah yang datanya belum kami peroleh sama saja dengan menghukumnya karena kekurangan kami sendiri.
Angka ini akan menyusut. Sebagian besar berasal dari jenjang yang pengambilan data akreditasinya belum selesai, bukan dari sekolah yang memang tidak terakreditasi. Saat pengambilan itu rampung, halaman ini menyebut angka barunya sendiri — tidak ada yang perlu menyuntingnya secara manual.
Kenapa tahun sumbernya tidak kami perbarui diam-diam
Sinyal mutu akademik yang kami pakai berasal dari tahun 2022. Itu memang lama, dan ada godaan yang mudah sekali diikuti: mengganti labelnya menjadi tahun berjalan supaya terlihat mutakhir.
Kami tidak melakukannya, dan menurut kami tidak ada yang boleh melakukannya. Mengganti label tahun tanpa mengganti angkanya bukan pembaruan — itu keterangan yang keliru tentang asal-usul data. Setiap tempat angka itu muncul di situs ini menyebut tahunnya.
Akreditasi berbeda: ia diperbarui mengikuti terbitan resmi, dan halaman profil menampilkan nomor SK beserta masa berlakunya supaya Anda bisa memeriksa sendiri apakah yang kami tampilkan masih berlaku.
Yang tidak masuk hitungan sama sekali
Beberapa hal yang mungkin paling menentukan bagi keluarga Anda tidak ada dalam skor kami, karena datanya tidak kami miliki untuk seluruh sekolah:
Biaya. Tidak ada satu pun angka biaya di situs ini. Sekolah swasta menetapkannya sendiri dan mengubahnya tiap tahun; menampilkan "kisaran" tanpa sumber hanya akan menyesatkan perencanaan keluarga.
Penyerapan kerja lulusan SMK. Ukuran yang paling relevan untuk jenjang ini, dan tidak diterbitkan per sekolah.
Mutu pengajaran, keamanan, dan iklim sekolah. Tidak ada sumber terbuka per sekolah untuk ketiganya.
Jarak dari rumah Anda. Sering menjadi faktor penentu sesungguhnya, dan hanya Anda yang tahu titik awalnya.
Cara memakai daftar ini
Perlakukan urutan kami sebagai titik awal penyaringan, bukan kesimpulan. Ia berguna untuk mempersempit dari ratusan pilihan menjadi beberapa yang layak Anda datangi.
Untuk SMA, urutannya membawa dua sumber informasi dan lebih bisa diandalkan. Untuk SD dan SMP, bacalah sebagai daftar sekolah yang akreditasinya sudah terperiksa, lalu putuskan sisanya dengan berkunjung.
Dan bila Anda hanya sempat melakukan satu hal, lakukan yang ini: datangi dua atau tiga sekolah teratas pilihan Anda pada jam sekolah berlangsung. Satu pagi di lokasi memberi informasi yang tidak bisa diberikan basis data mana pun, termasuk basis data kami.