Data

Kesenjangan di Provinsi yang Bisa Diseberangi Dua Jam

Wilayah dengan sekolah paling sedikit menempatkan puluhan kali lipat lebih banyak sekolah di jajaran nasional dibanding wilayah yang sekolahnya jauh lebih banyak.

πŸ“… Β· ⏱ 5 menit baca Β· Redaksi SekolahTerbaikJogja.com
Kesenjangan di Provinsi yang Bisa Diseberangi Dua Jam

DI Yogyakarta adalah provinsi kecil. Luasnya bisa diseberangi dalam dua jam berkendara, dan seluruh 2.688 sekolahnya tersebar hanya di 5 wilayah. Kesan yang wajar muncul: provinsi sekecil ini tentu relatif seragam.

Data mengatakan sebaliknya. Dalam satu hal yang bisa diukur, jarak antara wilayah terjauh dan wilayah terdekat di provinsi ini sangat lebar.

Angka yang memicu artikel ini

Gunungkidul memiliki ratusan sekolah β€” salah satu wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak di Yogyakarta. Dari seluruh sekolah itu, yang tercatat pada pemeringkatan nasional berbasis nilai ujian masuk perguruan tinggi tahun 2022 hanya 1.

Pada saat yang sama, Yogyakarta β€” wilayah dengan jumlah sekolah paling sedikit di provinsi ini, hanya 293 sekolah β€” menempatkan 20 sekolah di daftar yang sama.

Wilayah dengan sekolah paling sedikit menempatkan puluhan kali lipat lebih banyak sekolah di jajaran nasional dibanding wilayah yang sekolahnya jauh lebih banyak. Itu, dalam satu provinsi yang bisa diseberangi dalam dua jam.

Sleman37454188454759Gunungkidul401611113486641Bantul281472013361544Kulon Progo27136118326451Yogyakarta8716118122293

Sebelum salah membaca: apa yang angka ini bukan

Godaan pertama saat melihat angka semacam ini adalah menyimpulkan bahwa sekolah di Gunungkidul buruk. Kesimpulan itu tidak didukung datanya, dan kami tidak akan menariknya.

UTBK mengukur satu hal yang sangat spesifik: nilai lulusan SMA dan SMK yang mendaftar ke perguruan tinggi negeri. Sebuah wilayah bisa tampil rendah pada ukuran ini karena beberapa sebab yang sama sekali berbeda artinya, dan data yang kami punya tidak bisa membedakannya:

Bisa jadi lebih sedikit lulusannya yang mendaftar PTN β€” karena biaya, karena jarak ke kota universitas, atau karena bekerja lebih dulu adalah pilihan yang lebih masuk akal bagi keluarganya. Bisa jadi komposisi jenjangnya berbeda: wilayah yang didominasi SD dan SMP secara otomatis punya sedikit sekolah yang bisa muncul di ukuran berbasis SMA. Bisa jadi juga memang ada kesenjangan sumber daya yang nyata. Ketiganya menghasilkan angka yang mirip, dan hanya yang ketiga yang berarti "mutu lebih rendah".

Menyebut ketiganya sekaligus sebagai "sekolah di sana buruk" adalah lompatan yang tidak kami sanggupi.

Yang bisa dikatakan dengan yakin

Ada beberapa hal yang datanya cukup untuk dinyatakan.

Sebaran negeri dan swasta sangat timpang antar wilayah. Di Yogyakarta secara keseluruhan, 65 persen sekolah berstatus negeri. Tapi angka itu menyembunyikan perbedaan besar di dalamnya: di Yogyakarta, hanya 42 persen sekolah yang negeri β€” proporsi terendah di provinsi ini. Semakin jauh dari pusat, semakin dominan sekolah negeri, karena di sanalah pilihan swasta memang lebih sedikit.

Pilihan yang tersedia berbeda jauh, bukan sedikit. Keluarga di Sleman memilih dari 759 sekolah. Perbedaan ini bukan soal mutu, melainkan soal berapa banyak pintu yang bisa diketuk dalam radius yang masuk akal.

Akses ke pendaftaran daring pun tidak sama. Ini yang paling konkret. Dari 462 SMP di Yogyakarta, sebanyak 108 berada di wilayah yang tidak menyelenggarakan pendaftaran daring β€” dan seluruhnya ada di Gunungkidul. Untuk jenjang SD, angkanya jauh lebih besar lagi: 1.678 dari 1.838 SD tidak punya kanal daring yang bisa kami tautkan.

Artinya, orang tua di wilayah itu tidak hanya menghadapi pilihan yang lebih sedikit β€” mereka juga harus menempuh proses yang lebih menyita waktu untuk mendaftarkan anaknya. Datang langsung, bertanya langsung, mengurus berkas langsung.

Kenapa kami menerbitkan angka yang tidak menyenangkan ini

Direktori sekolah punya kecenderungan yang bisa dimaklumi: menonjolkan yang terbaik, dan diam soal sisanya. Hasilnya adalah gambaran yang menyenangkan dan tidak berguna bagi orang yang justru paling butuh informasi.

Keluarga di Gunungkidul tidak terbantu oleh daftar sekolah unggulan yang seluruhnya berada satu setengah jam dari rumah mereka. Yang membantu adalah mengetahui persis berapa pilihan yang ada di sekitar mereka, mana yang berakreditasi, dan bagaimana cara mendaftarnya β€” termasuk kenyataan bahwa untuk sebagian besar sekolah di sana, pendaftarannya tidak daring.

Menyembunyikan kesenjangan tidak membuatnya hilang. Menyebutnya dengan angka yang bisa diperiksa setidaknya membuat perencanaan jadi mungkin.

Bila Anda tinggal di wilayah dengan pilihan terbatas

Mulai dari radius, bukan dari peringkat. Saring dulu sekolah yang benar-benar terjangkau setiap hari, baru lihat akreditasi dan skornya di dalam kelompok itu. Urutan sebaliknya hanya menghasilkan daftar keinginan.

Perhitungkan waktu tempuh sebagai biaya nyata. Sekolah berperingkat lebih tinggi yang menuntut perjalanan panjang setiap pagi memakan energi anak selama bertahun-tahun β€” energi yang seharusnya dipakai belajar. Ini bukan pertimbangan sekunder.

Datangi lebih awal bila pendaftarannya tidak daring. Bila sekolah incaran berada di wilayah tanpa sistem daring, jadwal dan persyaratannya diumumkan lewat sekolah atau dinas setempat, sering kali dengan tenggat yang lebih pendek daripada yang Anda duga. Bertanya sebulan lebih awal jauh lebih murah daripada terlambat sehari.

Membaca akreditasi ketika sinyal lain tidak ada

Di wilayah tempat pemeringkatan berbasis ujian masuk PTN praktis tidak berlaku, akreditasi menjadi satu-satunya penilaian resmi yang tersedia β€” dan karena itu perlu dibaca lebih teliti, bukan sekadar dilihat hurufnya.

Tiga hal yang layak diperiksa pada halaman profil sekolah di situs ini. Tahun penetapannya: penilaian yang dilakukan bertahun-tahun lalu menggambarkan sekolah pada saat itu, bukan sekarang. Masa berlakunya: akreditasi punya tanggal berakhir, dan sekolah yang sedang menunggu penilaian ulang bukan berarti bermasalah. Nomor surat keputusannya: kami mencantumkannya beserta tautan ke catatan resmi, sehingga Anda bisa memverifikasi sendiri tanpa perlu memercayai kami.

Yang tidak diukur akreditasi juga perlu diingat: ia menilai kelayakan penyelenggaraan β€” kurikulum, sarana, kualifikasi formal guru β€” bukan praktik mengajar sehari-hari. Dua sekolah dengan huruf yang sama bisa sangat berbeda di dalam kelas.

Telusuri sekolah menurut wilayah lewat alat direktori, atau buka peringkat jenjang SD dan jenjang SMP yang paling relevan untuk sebagian besar keluarga di sini. Cara mendaftar di tiap wilayah kami rangkum terpisah di halaman SPMB.

❓ Pertanyaan Umum

Apakah ini berarti sekolah di wilayah itu buruk?
Tidak, dan datanya tidak mendukung kesimpulan itu. Wilayah bisa tampil rendah pada ukuran berbasis UTBK karena lebih sedikit lulusannya mendaftar PTN, karena komposisi jenjangnya didominasi SD dan SMP, atau karena kesenjangan sumber daya yang nyata. Ketiganya menghasilkan angka mirip dan hanya yang ketiga berarti mutu lebih rendah.
Apa yang bisa dikatakan dengan yakin dari data ini?
Tiga hal: sebaran negeri-swasta sangat timpang antar wilayah, jumlah pilihan yang tersedia berbeda jauh, dan akses ke pendaftaran daring tidak merata β€” ratusan SMP dan ribuan SD di provinsi ini tidak punya kanal daring.

Artikel lain tentang Yogyakarta

Angka dalam artikel ini dihitung dari data Referensi Kemendikdasmen yang kami olah dan diperbarui otomatis setiap situs dibangun. Menemukan yang keliru? Kabari kami dengan menyertakan NPSN sekolah terkait.